Film Dokumenter ? atau Film Petualangan cinta Sang Sutradara di bali

Posted: 28 April 2010 in - Warta -

 

Jangan pernah berhenti untuk mempertahankan hak kita ,apalagi menyangkut harga diri..Dunia boleh menilai …melihat…mencaci-maki…memberikan jempol atau sebagainya. Tapi harus diingat ini adalah NEGARA REPUBLIK INDONESIA seburuk apapun ,sebagus apapun ini adalah negaraku…Negara yang berdiri dari tumpukan nyawa jutaan manusia yang membela untuk satu kemerdekaan…

Setiap Negara mempunyai sudut-sudut atau sisi negatif dan positif  .Dikatakan Film Dokumenter ? Apa pantas untuk dilihat ? kalo dokumenter pribadi silahkan atau membuat film dokumenter tentang perjalanan cinta sutradaranya aja itu lebih baik.

Ini beberapa kutipan yang saya ambil dari berbagai media  ,dan yang menentukan ,menilai ,pantas atau tidak film Dokumenter ini ada  adalah anda sendiri .

  • Kutipan : Detiknews

Jakarta – Trailer film ‘Cowboys in Paradise’ yang beredar di Youtube menghebohkan banyak pihak. Sang sutradara, Amit Wirmani, mengaku film tentang para gigolo Bali ini berangkat dari pengalamannya saat bertemu bocah lelaki Bali yang bercita-cita jadi gigolo.

Amit Wirmani, sutradara asal Singapura keturunan India ini, mengungkapkannya dalam situs pribadinya http://www.cowboysinparadise.com. Dia mengaku terkejut, saat bertemu bocah Bali berusia 12 tahun, yang belajar keras bahasa Jepang.”Kalau saya sudah besar nanti, saya mau memberi layanan seks untuk gadis Jepang,” kata si bocah, seperti diceritakan Amit di situsnya seperti dikutip Senin (26/4/2010).Amit juga mengaku terkejut betapa turis perempuan di Bali adalah pemakai jasa seks ini dan bukan sebagai obyek. Dia mengkritik fenomena Kuta Cowboys di Bali yang menurutnya adalah prostitusi semata, yang dipicu kemiskinan.

“Wisata seks untuk perempuan sangat umum di negara miskin dan pantai-pantai populer terutama di Asia Tenggara,” kata dia.

Turis perempuan berdatangan ke Bali karena keindahannya yang seperti surga. Namun kata Amit, semua impian itu adalah semu belaka.”Pada akhirnya mitos tentang surga itu berantakan dan penonton akan diberikan realita kalau surganya selalu berada di tempat lain,” pungkas Amit.

  • Kutipan : Vivanews

    Film dokumenter tentang pekerja seks pria atau yang kerap disebut gigolo di Bali dirilis. Film berjudul Cowboys in Paradise ini besutan Amit Virmani, sutradara yang kini menetap di Singapura.Dalam situs resmi film dokumenter Cowboys in Paradise, Amit Virmani menyebut hasil karyanya itu merupakan film independen yang mendokumentasikan menggabungkan lembaran-lembaran cerita perdagangan seks pria-pria Bali.

    “Setiap tahun, ribuan wanita dari berbagai negara datang ke Bali. Dan banyak dari mereka yang menemukan Koboi Kuta,” sebut Amit Virmani dalam preview filmnya.Dari seluruh perjalanan romantis di dunia, disebutkan dalam situs resminya, Bali merupakan salah satu tujuan utama bagi para wanita pemburu seks.”Mengapa pria-pria muda itu meminta bayaran untuk melakukan seks? Bagaimana pula si wanita rela untuk membayar? Bagaimana manajemen waktu si pria? Dan yang paling penting, bagaimana keluarga atau istri si pria penjaja seks itu,” tulis situs resmi film itu.Film itu juga menceritakan tentang tipikal pria-pria penjaja seks yang disebut sebagai Koboi Kuta itu. Dalam cuplikannya, film itu memperlihatkan cerita dari masing-masing pria yang diduga penjaja seks.Ditampilkan pula wawancara dari seorang istri si penjaja seks. Dalam cuplikan itu si istri mengaku tak masalah kalau ada tamu suaminya tidak tidur bersama berhari-hari.

    Film ini sudah ditayangkan di ajang DMZ Korean International Documentary Festival. Untuk penayangan di Eropa dan Amerika Utara akan segera diumumkan.

     

     

    https://frankyku.wordpress.com

Comments
  1. Thomas says:

    Asli bung….kalo buat saya film ini murahan banget. Cuma sekedar cari sensasi. Kalau emang mau bikin semacam film dokumenter sebisa mungkin ada komitmen yang jelas dengan para pemainnya. Dan setidaknya ada perijinan dari institusi atau lembaga yang berwenang. Karena dampaknya kemudian sangat dirasakan oleh masyarakat Bali dan tentu saja mencoreng nama baik Indonesia.

    salam

    • frankyku says:

      iya ..akhirnya terbongkar juga…Film gak bermutu banget.
      perlu di usut tuntas..dan kasus ini lebih dari kasus-kasus yg lainya…menyangkut nama Bangsa Indonesia di mata dunia…

      salam sahabat,

      • Thomas says:

        betul bung….saya sendiri jengah banget waktu tahu ada film macam ini. Sangat mencoreng nama Indonesia. Dan saya mendukung langkah hukum yang akan diambil para pemainnya. Semoga aja bisa berhasil.
        salam sahabat

  2. Hilmy Khoiri says:

    betul itu.. kalo menurut saya juga si sutradara tu kepingin menenggelamkan Nama harum Pulau Dewata di Dunia.. agar negaranya si Sutradara lebih banyak dapet Turis..

    nice postingan mas..
    http://hilmyinfo.wordpress.com/2010/05/09/wow-inilah-hamburger-super-besar-pic/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s